This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 25 Desember 2017

Mengapa Allah Mewajibkan Shalat



MAKALAH
IBADAH, AKHLAK DAN MU’AMALAH
“MENGAPA ALLAH MEWAJIBKAN SHALAT”

 
  

DISUSUN OLEH :
Rido
Nadya Nurul Khaliza
Suci Wulandari
Sindi Lutfitasari
Anting Sri Utami
Ayu Saputri
Maghfirotul Affida
Ajeng Iriyanti
Ibnu Sulistio






UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
AKUNTANSI S1

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang maha esa yang telah berkesempatan dalam memberikan limpahan kesehatan, rahmat dan karunianya sehingga makalah yang berjudul “Mengapa Allah Mewajibkan Shalat” ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini disusun dalam hal tugas mata kuliah Ibadah, Akhlah dan Muamalah.
Atas tersusunya makalah ini, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terlalu banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya harap kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi makalah ini bisa lebih baik lagi. Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam hal ilmu pengetahuan bagi kita semua.
                                                                                    Purwokerto, 6 November 2017
                                                                                                Penulis



















DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Shalat
B.     Turunnya Kewajiban Shalat
C.     Kedudukan Shalat Dalam Agama
D.    Hikmah Shalat
E.     Beberapa Ketetapan Al-Qur’an Terhadap Shalat
F.      Keistimewaan Shalat
G.    Perintah Mendirikan Shalat Fardhu
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan














BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Shalat merupakan amal yang dihisap paling pertama di alam kubur dan merupakan amal yang paling penting, sangat pentingnya shalat pada orang sakit pun harus melakukan shalat walaupun dalam keadaan apapun ataukah sedang sakit ataupun sedang sibuk. Pada saat seseorang sedang sakit seseorang harus shalat jika tidak bisa berdiri duduk dan jika tidak bisa duduk berbaring jika masih tidak bisa berbaring cukup dengan mengedipkan mata. Betapa sangat pentingnya shalat dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Shalat juga sebagai tiang agama yang dimana untuk membuat karakter akhlak kita untuk lebih baik lagi dan tidak mudah terjerumus dalam lubang muslihat ataupun menujujalan yang haram.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa Pengertian Shalat ?
2.      Bagaimana Turunnya Kewajiban Shalat ?
3.      Bagaimana Kedudukan Shalat Dalam Agama ?
4.      Apa Hikmah Shalat ?
5.      Bagaimana Ketetapan Al-Qur’an Terhadap Shalat ?
6.      Apa Keistimewaan Shalat ?
7.      Bagaimana Perintah Mendirikan Shalat Fardhu ?

C.     TUJUAN PENULISAN
1.      Mengetahui Pengertian Shalat
2.      Mengetahui Turunnya Kewajiban Shalat
3.      Mengetahui Kedudukan Shalat Dalam Agama
4.      Mengetahui Hikmah Shalat
5.      Mengetahui Beberapa Ketetapan Al-Qur’an Terhadap Shalat
6.      Mengetahui Keistimewaan Shalat
7.      Mengetahui Perintah Mendirikan Shalat Fardhu






BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN SHALAT
shalat adalah suatu ibadah yang mengandung beberapa ucapan dan perbuatan tertentu, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Shalat juga merupakan kewajiban manusia yang pertama tama diminta pertanggungjawabanya oleh Allah pada hari kiamat nanti. Bila shalat seseorang baik, baiklah seluruh amalnya. Bila rusak shalatnya, rusak pula seluruh amalnya. Shalat juga merupakan pesan nabi terakhir yang disampaikan kepada umatnya pada saat nabi menjelang akhir hayatnya, yakni hendaknya umat islam selalu menjaga shalat dengan sebaik-baiknya. [1]
B.     TURUNNYA KEWAJIBAN SHALAT
1.      Anas bin Malik r.a. berkata bahwa Abu Dzar r.a. pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda “Ketika aku sedang berada di Mekkah, atap rumahku terbuka dan malaikat Jibril turun menemuiku, membelah dadaku, lalu membasuhnya dengan air zam-zam. Setelah itu Jibril membawa sebuah nampan emas yang isinya penuh dengan kebijaksanaan dan keimanan dan sehabis menuangkan seluruh isi nampan itu ke dalam dadaku, ia pun menutup dadaku kembali. Kemudian Jibril menggenggam tanganku dan menuntunku ke langit. Jibril berkata kepada penjaga langit, ‘Buka’. Penjaga langit berkata, ‘Siapa itu?’ Jibril menjawab, ‘Jibril’. Penjaga langit bertanya, ‘Adakah seseorang bersamamu?’ Jibril menjawab, ‘Ya. Muhammad Saw. bersamaku’ Si penjaga bertanya, ‘Apakah ia telah diutus?’ Jibril menjawab, ‘Ya.’ Maka pintu (langit) pun dibuka dan kami pergi ke langit terdekat dan disana kami melihat seorang laki-laki sedang duduk dengan aswidah (sejumlah besar orang) di sebelah kanannya dan aswidah (sejumlah besar orang) di sebelah kirinya. Ketika laki-laki itu melihat ke sebelah kanannya ia tertawa dan ketika laki-laki itu melihat ke sebelah kirinya ia menangis. Kemudian laki-laki itu berkata, ‘Selamat datang! Wahai Nabi dan anakku yang saleh.’ Aku bertanya kepada Jibril, ‘Siapa laki-laki itu?’ Ia menjawab, ‘Laki-laki itu adalah Adam, orang-orang di kanan kirinya adalah ruh keturunannya (anak cucunya). Mereka yang berada di sebelah kanan adalah para penghuni surga dan mereka yang ada di sebelah kiri adalah para penghuni neraka, manakala ia berpaling ke arah kanannya ia tertawa dan manakala ia berpaling ke arah kirinya ia menangis. ‘ Kemudian ia menuntunku hingga tiba di langit kedua dan Jibril berkata kepada penjaganya ‘Buka’. Penjaga langit mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan penjaga langit sebelumnya lalu membuka pintu langit kedua.”
2.       
3.                  Anas berkata, “Abu Dzar menambahkan bahwa Nabi SAW. Bertemu dengan Adam, Idris, Musa, Isa, dan Ibrahim a.s. Ia (Abu Dzar) tidak menjelaskan berada di langit yang mana mereka (para Nabi itu) berada (pada saat berjumpa dengan Nabi SAW), tetapi mengatakan bahwa Nabi SAW berjumpa dengan Adam di langit terdekat dan dengan Ibrahim di langit ke-6. “
4.      Anas berkata, “Ketika Nabi SAW dan Jibril berjumpa dengan Idris, yang disebut terakhir ini berkata, ‘selamat datang! Wahai Nabi dan saudaraku yang shaleh.’Nabi SAW bersabda ‘siapa laki-laki ini?’ Jibril menjawab, ‘laki-laki itu adalah Idris.’” Nabi Muhammad SAW menambahkan, “Aku bertemu dengan Musa dan Ia berkata kepadaku ‘selamat datang ! Nabi dan saudaraku yang shaleh.’ Aku bertanya kepada Jibril, ‘siapa laki-laki ini?’ Jibril menjawab, ia adalah Musa.’lalu aku bertemu dengan Isa dan ia berkata,’selamat datang! Nabi dan saudaraku yang shaleh .’ aku bertanya siapa laki-laki ini?’ Jibril menjawab, ‘ia adalah Isa.’ Setelah itu aku bertemu Ibrahim dan ia berkata, ‘selamat datang! Nabi dan anakku yang shaleh !’ aku bertanya, ‘siapa laki-laki ini?’ Jibril menjawab, ‘Ia adalah Ibrahim a.s.’”
5.      Ibn ‘Abbas r.a dan Abu Habbah Al-Anshari berkata: Nabi Muhammad SAW. Menambahkan, “kemudian aku dan Jibril naik ke sebuah tempat dan aku mendengar bunyi pena (dari tempat itu). “Annas Bin Malik r.a berkata : Nabi Muhammad SAW. Bersabda, “kemudian Allah ‘azza wa jalla memerintahkan shalat limapuluh waktu kepada umatku. Ketika aku kembali dengan perintah ini aku bertemu Musa dan bertanya kepadaku,’ apa yang Allah perintahkan kepada para pengikutmu ?’ aku menjawab, ‘dia memerintahkan shalat lima puluh waktu kepada umatku.’ Musa berkata, ‘kembalilah pada tuhanmu sebab para pengikutmu tidak akan sanggup menjalankan perintah itu.’ (maka akupun kembali menemui Allah dan meminta keringanan untuk umatku) dan Dia memberi keringanan hingga setengahnya. Ketika aku bertemu kembali dengan Musa dan memberitahukan hal itu kepadanya, Ia berkata, ‘ kembalilah pada Tuhanmu sebab para pengikutmu tidak akan sanggup mengerjakan perintah itu.’ Maka
6.      Akupun kembali menemui Allah dan meminta keringanan dan Dia mengurangi perintah itu hingga setengahnya lagi. Aku kembali bertemu dengan  Musa dan ia berkata kepadaku, ‘ kembalilah kepada Tuhanmu sebab para pengikutmu tidak akan sanggup mengerjakan perintah itu.’ Maka akupun kembali menemui Allah dan dia berfirman, ‘ Ini (perintah) shalat lima waktu dan shalat lima waktu ini (nilainya) setara (dengan shalat) lima puluh (waktu) sebab Kalam –ku tidak akan berubah. ‘ aku kembali bertemu dengan Musa dan ia menyarankan aku untuk kembali sekali lagi menemui Allah untuk meminta keringanan bagi umatku. Aku menjawab ‘sekarang aku merasa malu untuk meminta kembali keringanan kepada Tuhanku.’ Setelah itu Jibril membawaku ke sidrat-ul-muntaha yang diselimuti berbagai warna yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Kemudian aku di izinkan masuk kedalam surge tempat aku menemukan tembok-tembok kecil (yang terbuat dari) mutiara dan tanahnya mengeluarkan wangi misk (minyak kasturi).”
7.      [1:345-S.A.]

C.     KEDUDUKAN SHALAT DALAM AGAMA
Di dalam Islam, shalat mempunyai arti penting dan kedudukan yang sangat istimewa, antara lain:
1.      Shalat merupakan ibadah yang pertama kali diwajibkan oleh Allah SWT yang perintahnya langsung diterima Rasulullah SAW pada malam Isra’-Mi’raj (QS. Al-Isra’/ 17:1). Anas bin Malik ra. meriwayatkan:
“Telah diwajibkan pada Nabi SAW pada malam Isra’ yakni shalat 50 (lima puluh) waktu sampai (akhirnya) menjadi lima waktu.” (HR. At-Tirmidzi 1/417: 213)
Menurut At-Tirmidzi: hadist ini hasan shahih karena memang ada jalur lain yang muttafaq ‘alayh (disepakati al-Bukhari dan Muslim) dari Abu Qatadah bahwa Nabi saw bersabda: telah diwajibkan kepadaku shalat 50 waktu. Yang kemudian disarankan oleh Nabi Musa as supaya minta keringanan hingga akhirnya menjadi 5 waktu, maka status hadis at-Tirmidzi ini naik menjadi shahih li ghayrih yakni shahih karena yang lainnya.[2]
2.      Shalat merupakan tiang agama
Nabi Muhammad saw bersabda:
“Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad.”
(HHSR: Hadis Hasan Sahih Riwayat At-Tirmidzi, al-Nasa’I, Ibn Majah, Ahmad, al-Bayhaqi dan al-Thahbrani, dari Mu’adz. Dalam riwayat al-Bayhaqi dan al-Daylami dikatakan bahwa “Shalat adalah tiang agama”. Tetapi sanad hadis ini dla’if karena terputus).[3]





            Sebagai tiang agama, maka shalat harus selalu ditegakkan dan tidak boleh
ditinggalkan dalam keadaan bagaimanapun juga. Untuk itulah Allah SWT berfirman:

            Description: tulisan-arab-surat-albaqarah-ayat-238-239.jpg
Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan tenang/khusyu’. Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah/2: 238-239)
3.      Shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat.
Nabi saw bersabda:
“Yang pertama kali dihisab (amalan) seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya…” (HHR. At-Tirmidzi, al-Nasa’I, Ibn Majah, Ahmad dan al-Thabrani).
Dalam riwayat al-Thabrani, ada tambahan:
“maka jika shalatnya baik maka baiklah semua amalnya, namun jika shalatnya rusak maka rusaklah semua amalnya.”[4]
Dijadikannya shalat sebagai standar awal dalam menilai keseluruhan amal menunjukkan bahwa kualitas pelaksanaan shalat seseorang dapat menunjukkan kualitas amalan orang tersebut.

D.    HIKMAH SHALAT
Hikmah shalat itu banyak sekali, antara lain :
i)        Memberikan ketentraman dan ketabahan hati, sehingga orang tidak mudah kecewa/gelisah/mentalnya jika menghadapi musibah; dan tak mudah lupa daratan, jika sedang mendapat kenikmatan/kesenangan, sebagaimana firman Allah dalam al-Quran surat al-Maarij ayat 20-22.
Artinya :
“apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat.”
ii)      Mencegah seseorang melakukan perbuatan keji dan munkar, sebagaimana firman Allah dalam al-Quran surat al-Ankabut ayat 45.
Artinya :
“bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Al-kitab (al-Quran) dan didirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar. Mengingat Allah (shalat) lebih besar keuntunganya daripada ibadat yang lain. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [5]

E.     BEBERAPA KETETAPAN AL-QURAN TERHADAP SHALAT
Allah SWT secara berulang ulang memerintahkan kita mengerjakan shalat dengn cara cara tertentu, dan memuji muji orang yang bershalat engan aneka ragam susunan kata-kata.
1.      Pada suatu tempat dalam al-quran Allah SWT, menerangkan bahwa “orang-orang yang menegakkan shalat, itulah orang yang mempusakai firdaus.”
Seperti arti surat Q.A. 1-11 S.23 : AL-MU’MINUN. Ayat itu menegaskan bahwa allah swt memastikan syurga bagi segala mereka yang melaksanakan “A’malul biri= pekerjaan-pekerjaan bakti dan utama” yang dimulai dengan shalat dan disudahi dengan shalat. Mereka dikekalkan dalam firdaus ilahi.
2.      Pada ayat yang lain di dalam al-quran allah swt menerangkan bahwa : “segala manusia bertabiat keluh kesah, rusuh resah, tiada berjiwa tenang, suka menahan kebajikan, yang tidak demikian hanyalah manjsia yang bershalat.”
Dalam Q.A. 19-35.S.70:AL MA’ARIJ Allah SWT memulai penerangan dengan “shalat” dan Allah SWT menutupinya dengan “shalat” juga. Hal ini menunjukan bahwa shalat itu sangan penting kedudukanya di antara berbagai macam tha’at.
3.      Berulang kali Allah SWT mengkhususkan sebutan shalat padahal shalat itu tha’at juga sebagai puasa dan zakat.
Dalam ayat Q.Q. 45. S. 29 : AL ‘ANKABUT dalam ayat ini allah SWT mengkhususkan sebutan shalat, padahal dalam perintah membaca kitab atau Al-Quran itu telah terkandung suruhan mengerjakan tha’at yang masuk ke dalam tha’at itu, mendirikan shalat, dan terkandung pula suruhan menjauhkan maksiat.
4.      Dengan tegas Allah SWT menerangkan hikmat mendirikan shalat. Seperti pada ayat Q.A.45.S.29 : AL-‘ANKABUT 1 Allah SWT menegaskan hikmat shalat, yaitu  : jauh dari kata kejahatan dan kemunkaran.
5.      Dengan tegas Allah SWT menggerakan kita untuk menyuruh seluruh keluarga kita mengerjakan shalat
Seperti dalam Q.A.123,S.20 : THAHA dengan tegas benar ayat inimemerintahkankita supaya melaksanakan shalat, serta bersabar menahan kesulitan kesulitan dan kesusahan-kesusahan yang di sebabkan shalat itu.
6.      Allah SWT memerintahkan kita menjalankan shalat, dan shabar sebagai penolong dalam kita menegakkan segala rupa tha’at dan kebajikan.
Seperti dalam Q.A. 45, S.2 : AL BAQARAH dan Q.A. 153. S. 2 : AL BAQARAH. Terang dan tegas ALLAH SWT memerintahkan kita mempergunakan shalat dan sabar untuk alat menghasilakn maksud yang baik untuk perkakas mewujudkan kebajikan.
7.      Allah SWT membangsakan orang-orang yang ditimpakan siksa kepada orang-orang yang mensia-siakan shalat.Seperti pada Q.A. 59. S. 19 : MARYAM. [6]
F.      KEISTIMEWAAN SHALAT
1.      Shalat adalah fardhu’ yang mula-mula difardlukan dari ‘ibadat-‘ibadat  badaniyah
2.      Shalat , tiang agama
3.      Shalat lima waktu difardlukan dimalam mi’raj di langit
4.      Shalat akhir wasiat nabi kita SAW dan nabi-nabi yang lain
5.      Shalat permulaan amal yang dihisab di akhirat, dan akhir ‘ibadat yang ditinggalakan ummat di dunia
6.      Shalat seutama-utama syiar islam, dan sekuat-kuat tali perhubungan antara hamba dengan Allat SWT.[7]

G.    PERINTAH MENDIRIKAN SHALAT FARDHU
Maha suci allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari masjidil haram ke masjidil aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya, Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. Al-israa’(17) : 1)
1.       Berawal Dari Tahun Duka Cita (Amul Huzni)
Sejak diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun yang ditandai dengan turunnya wahyu pertama di Gua Hira’ pada tanggal 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M., tugas berat untuk syiar agama Islam harus dihadapi Rasulullah Muhammad SAW. Diperlukan waktu hampir 23 tahun (13 tahun di Madinah dan 10 tahun di Mekkah) dengan banyak ujian, cobaan dan duka lara yang harus dihadapinya demi menegakkan kalam Ilahi. Intimidasi baik berupa mental, fisik, maupun tuduhan-tuduhan keji yang tidak mendasar dilayangkan kepada rasulullah SAW. Tidak hanya sesekali namun intimidasi ini dilakukan secara bertubi-tubi oleh orang-orang kafir. Mulai tidak diterimanya beliau sebagai anggota masyarakat (diasingkan dari pergaulan) di Mekkah, embargo makanan kepada umat islam oleh kaum musyirikin Quraisy, upaya pembunuhan, dituduh orang gila, penyihir, pembangka terhadapa kepercayaan (agama) nenek moyang, dan sebagainya.
Melihat kondisi yang begitu memprihatinkan, baik secara fisik maupun mental, yang terjadi hampir selama 5 tahun pasca kerasulannya, maka Allah Swt memerintahkan beliu untuk hijrah ke Habsyah (Madinah) bersama pengikutnya. Meskipun di Madinah kondisi keamanan dan lebih bersahabat, namun gangguan masih tetap terjadi terutama dari kaum Yahudi dan orang-orang munafik.
Meskipun bentuk intimidasi tetap berlangsung semua hal itu Nabi SAW menyurutkan langkahnya untuk menyampaikan risalah Islam. Banyaknya kaum musyirikin Quraisy dan Yahudi yang tidak bersedia memeluk agama Islam, juga tidak membuatnya berduka cita. Semuanya dihadapi dengan kesabaran.
Hanya satu peristiwa yang membuat beliau tergunjang secara psikologis, yakni ketika dua orang yang dicintainya, yaitu Abu Thalib (paman) dan Siti Khadijah Ra. (istri) meninggalkan beliau untuk selama-lamanya dengan jarak waktu yang tidak terlalu lama. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-10 sejak masa kenabiannya atau beliau pada saat itu berusia 50 tahun. Tahun ini disebut dengan tahun duka cita ‘Amul Huzni”.
Jasa sang paman yang mengasuh, menjaga, dan melindungi Rasulullah SAW sejak umur 8 tahun hingga dewasa dari orang-orang musyirikin Quraisy, tidak mudah untuk dilupakan oleh beliau.
Sementara istirinya, Siti Khadiyah r.a, yang merupakan salah satu saudagar kaya di Mekkah, selalu rela mengorbankan seluruh harta dan jiwanya untuk mendampingi, memotivasi, menghibur dan mensupport beliau dalam menjalankan perintah Allah SAW untuk syiar Islam. Hampir 24 tahun, Khadijah ra. mendampingi Muhammad SAW baik dalam suka maupun duka. Pada usia 65 tahun, Allah Swt memanggil Khadijah r.a untuk selama-lamanya. Padahal, saat itu, kondisi konflik antara umat Islam dan kaum musyrikin Quraisy sedang genting dan mencapai titik kulminasi.
Demikian besar jasa Abu Thalib dan Siti Khadijah, maka tidak heran jika saat keduanya meninggal dunia, Rasulullah SAW merasakan kesedihan yang sangat mendalam.[8]

2.      Isra’ Miraj Dan Perintah Mendirikan Shalat
Allah SWT memberikan cobaan dan ujian kepada hamba-nya tidak mungkin melebihi kapasitasnya. Dia Maha Tahu akan keberadaan dan batas-batas kemampuan masing-masing makhluk-Nya. Semakin tinggi derajat yang akan diberiakan, maka semakin berat pula ujian dan cobaan yang akan diterimanya. Kenapa? Hal ini semata-mata untuk mempersiapkan hamba-Nya, baik secara lahir maupun batin, agar tangguh dalam menjalankan tugasnya selaku Khalifatullah fil ardhi dan dalam menghadapi intimidasi musuh-musuh Allah SWT. Ada banyak hikmah yang dapat dipetik dengan diberikannya ujian dan cobaan. Pertama, ini menandakan bahwa hamba tersebut telah menarik perhatian Allah SWT untuk dijadikan abdi-Nya. kedua, allah SWT melakukan pengawasan terhadap abdi-Nya selama menjalani proses ujian dan cobaan. Seharusnya manusia merasa bangga dan bahagia bila mengetahui rahasia ini bahwa dirinya senantiasa dalam pengawasan sang khaliq di setiap saat dan waktu.
Demikian pula, ujian dan cobaan yang diberikan kepada Rasulullah SAW. Tahun duka cita merupakan batu pijakan bahwa beliau tengah dipersiapkan secara lahir dan batin untuk menerima rahmat dan karunia yang sangat luar biasa dibalik peristiwa yang akan beliau alami.
A.    Peristiwa Isra’ Mi’raj
Apa gerangan rahmat dan karunia Allah SWT yang akan diberikan kepada beliau pasca peristiwa ‘amul huzni?
Yaitu, peristiwa Isra’ Mi’raj; suatu perjalanan atauwisata ruhani sebagai penawar duka cita atas kesedihan hatinya, sekaligus diberikan “bonus” berupa perintah mendirikan shalat 5 waktu sebagai sarana penyembahan hamba kepada Tuhannya. Menurut Ibnu Katsir, peristiwa isra’ mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun ke-11 sejak masa kenabian Muhammad SAW. Hal ini sesuai dengan yang digambarkan didalam Al-Qur’an: (QS. Al-Israa’(17): 1)

Banyak riwayat yang menceritakan tentang bagaimana peristiwa istimewa yang dialami Rasulullah SAW saat melakukan perjalanan isra’ mi’raj. Selain ayat tadi, banyak hadis Qudsi yang menceritakan peristiwa fenomenal ini. Mulai perjalanan yang begitu mencengangkan dan tidak dapat diteriam dari logika. Rasulullah SAW menempuh perjalanan ini hanya satu malam. Padahal, diperlukan waktu hampir dua bulan pulang pergi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dengan mengendarai unta sebagai alat transportasi yang tersedia waktu itu. Apalagi harus menembus ke Sidratul Muntaha. Rasanya tidak masuk akal. Atas peristiwa ini, banyak dari kaum Quraisy yang menertawakan dan menganggap Rasulullah Saw tukang bohong.

B.     Isra’ Mi’raj sebagi Ujian Iman
Tidak hanya kaum musyirikin Quraisy yang tidak mempercayai dengan adanya peristiwa isra’ mi’raj, tetapi juga beberapa umat Islam yang masih tipis imannya, sehingga mereka akhirnya kembali murtad (keluar dari islam). Secara logika, bagaimana mungkin Muhammmad SAW  melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha dalam tempo satu malam?
Penilaian beberapa umat Islam yang murtad dan kaum musyirikin Quraisy tentu ada benarnya bila perangkat yang digunakan adalah logika. Namun sayangnya, mereka keliru menggunakan perangkat (otak) dalam menilai wilayah ketuhanan. Seharusnya, mereka menggunakan hati, sebagai tempat bersemayamnya iman seseorang.
Muhammad SAW sendiri berusaha meyakinkan mereka melalui dialog dengan Abu Bakar ash-Shiddiq didepan khalayak umum dan pembuktian dengan realitas yang dilihat dengan mata kepala mereka sendiri, namun mereka tetap tidak mempercayainya. Apa gerangan bukti tersebut?
Begitu selesai menunaikan perjalanan isra’ mi’raj Rasulullah SAW langsung mengumpulkan beberapa orang untuk mengabarkan tentang peristiwa apa yang baru saja dialaminya. Beliau mengabarkan bahwa semalam telah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha kemudian berhenti sejenak untuk menunaikan sholat sunnah dan melanjutkan perjalanan ke Sidratul Muntaha. Setelah turun dari langit, beliau kemudian meneruskan perjalanan dari Masjidil Aqsha hingga kembali lagi di Masjidil Haram.
Adapun bukti bahwa beliau mengalami peristiwa isra’ mi’raj dapat saya nukilkan dari H.M.H. Al-Hamid Al-Husaini berikut ini
Pertama, mendengar berita yang tidak masuk logika tersebut, banyak orang yang telah memeluk islam kembali kepada agama semula (murtad). Kemudian mereka mendatangi Abu Bakar dan berkata,” hai Abu Bakar, bagaimanakah sesungguhnya sahabat Anda itu? Ia mengaku pergi ke Baitul Maqdis tadi malam,. Dan setelah shalat disana, ia pulang ke Mekkah!” Abu Bakar bertanya, “ Apakah kalian tidak mempercayainya? Demi Allah, kalau ia mengatakan hal itu, apa yang dikatakannya pasti benar. Apakah yang membuat kalian merasa heran? Bukankah beliau telah memberi kabar kepada kita bahwa Allah menurunkan Jibril dari langit ke bumi setiap saat ia membawa wahyu? Itu lebih aneh daripada berita yang mengherankan kalian!”
Setelah itu, Abu Bakar menemui Rasulullah SAW kemudian ia bertanya, “Ya Rasulullah, benarkah anda datang dari Baitul Maqdis tadi malam?” beliau menyahut, “ ya, benar.”
Ya Rasulullah, cobalah sebutkan kepadaku bagaimana Baitul Maqdis itu? Aku sudah pernah pergi kesana”, kata Abu Bakar (Rasulullah sebelumnya belum pernah berpergia ke Baitul Maqdis sebelum peristiwa Isra’ Mi’raj).
Seketika itu juga, gambaran Masjidil Aqsha tampak jelas di depan mata Rasulullah Saw sehingga beliau dapat menyebutkan bagian-bagian dari bangunan masjid tersebut.
“ Anda sungguh tidak berdusta, Ya Rasulullah! Aku bersaksi bahwa Anda benar-benar utusan Allah!”
Tiap Abu bakar mendengar bagian-bagian Baitul Maqdis disebutkan ia berulang-ulang mengucapkan “Anda benar...anda benar.” Sejak itulah Rasulullah SAW menamainya Abu Bakar ash-Shiddiq (Yakni Abu bakar yang selalu membenarkan). Demikianlah kisah isra’ mi’raj yang diriwayatkan oleh Hasan.
Kedua,setelah Rasulullah SAW menyampaikan berita  tentang  isra’ mi’raj kepada mereka yang tidak mempercayai, semuanya heran. Lalu mereka bertanya “hai Muhammad, manakah buktinya? Kami sama sekali belum pernah mendengar cerita semacam itu!”
Beliau menjawab, “ tadi malam aku melewati Khafilah Bani Fulan disebuah lembah. Binatang (Bouraq) yang aku tunggangi mengejutkan mereka hingga ada seekor diantara unta-unta mereka melesat jauh. Mereka kutunjukkan dimana tempat unta yang melesat itu. Ketika itu aku sedang menuju kearah negeri Syam. Sampai ditempat bernama Dhajnan, aku melewati lagi sebuah khafilah kepunyaan Bani Fulan. Kulihat mereka sedang tidur nyenyak. Mereka mempunyai air minum didalam wadah penutup. Wadah itu kuambil, kubuka tutupnya dan airnya ku minum, kemudian wadah itu ku tutup kembali seperti semula. Sekarang, kafilah mereka sedang murung dari dataran tinggi baidha, disebuah tikungan jalan Tan’im. Yang paling depan seekor unta berwarna cokelat tua dan berpunuk dua, yang satu berwarna hitam dan berpunuk dua, yang satu berwarna hitam dan yang lain berbelang-belang.”
Khalayak umum kemudian beramai-ramai pergi ke tikungan jalan di Tan’im untuk membuktikan kebenaran kata-kata Rasulullah SAW. Beberapa saat kemudia, kafilah yang disebut Rasulullah SAW itu tiba di tikungan Tan’im, dan terbukti unta yang berjalan di depan kafilah warna dan sifat-sifatnya cocok dengan yang disebut Rasulullah SAW. Mereka bertanya kepada rombongan kafilah tentang air yang habis di dalam wadah tertutup. Ternyata, apa yang dikatakan Rasulullah SAW mengenai itu pun benar-benar terjadi. Ketika mereka bertanya kepada kafilah lain yang tiba lebih dahulu di Mekkah mengenai kejutan yang membuat unta kafilah itu lari melesat jauh, pun dijawab bahwa apa yang diceritakn Rasulullah SAW mengenai kejadian itu memang benar.
Meskipun kedua bukti tersebut jelas dan tidak terbantahkan, namun sebagian umat islam dan kaum musyirikin quraisy tetap tidak mempercayainya. Mereka inilah golongan manusia yang telah ditutup hatinya oleh Allah SWT untuk menerima islam dan iman.
Umat islam yang mengaku beriman kepada rukun iman dan rukun islam wajib hukumnya meyakini peristiwa isra’, meskipun secara logika tidak mampu dicerna. Bukti peristiwa isra’ telah tertulis dalam al-Qur’an dan diperkuat hadits Qudsi yang berisi dialog antara Abu Bakar dengan Rasulullah SAW tentang gambaran Baitul Maqdis,serta pembuktian kepada masyarakat saat itu tentang dua kafilah yang ditemuinya.
Sewaktu berada di Sidratil Muntaha inilah, Rasulullah SAW menerima perintah untuk mendirikan shalat fardhu sebanyak lima kali dalam sehari semalam. Saat menerima perintah ini, malaikat Jibril tidak berada disampingnya karena hanya manusia suci dan bersihlah yang mampu memasuki wilayah tersebut. Bila Jibril berani memasuki wilayah ini, maka dia akan terbakar.
Wahyu mendirikan shalat ini merupakan hal yang istimewa bagi Rasulullah SAW diantara wahyu lain yang diterimanya. Kenapa? Karena beliau menerima langsung dari allah swt  tanpa melalui perantaraan malaikat  jibril.

C.      Jibril  Mengajari Shalat kepada Muhammad SAW
Dalam  khasanah dunia islam,dikisahkan tentang bagaimana rasulullah SAW diajari malaikat jibril (tentunya dengan seizin Allah SWT) pasca menerima perintah untuk mendirikan shalat fardhu sehari semalam, terutama dalam hal jumlah raka’at maupun waktu masing-masing shalat tersebut.
Ketika matahari telah sedikit condong kearah barat, maka malaikat jibril memerintahkan Rasulullah SAW mendirikan shalat dhuhur. Demikian  pula, saat memasuki awal  waktu  shalat ashar, magrib, isya’ dan subuh. Demikian dilain waktu malaikat Jibril juga menyuruh nabi mendirikan shalat dhuhur, ashar, magrib, isya’ dan subuh diakhir waktu masing-masing shalat. Inilah bentuk pengajaran malaikat Jibril kepada Muhammad SAW mengenai awal dan akhir waktu dari masing-masing shalat fardhu. Hal ini sesuai dengan QS. An-Nisaa’ ayat 103.[9]








[1] Prof. Drs. H. Masjfuk Zuhdi, studi islam jilid II : ibadah, Jakarta Utara:CV Rajawali, hlm 13.
[2] Syakir Jamaluddin, M.A., Shalat sesuai tuntunan Nabi saw., Yogyakarta: LPPI UMY, hlm 44.
[3] Syakir Jamaluddin, M.A., Shalat sesuai tuntunan Nabi saw., Yogyakarta: LPPI UMY, hlm 44.
[4] Syakir Jamaluddin, M.A., Shalat sesuai tuntunan Nabi saw., Yogyakarta: LPPI UMY, hlm 46.
[5] Prof. Drs. H. Masjfuk Zuhdi, studi islam jilid II : ibadah, Jakarta Utara:CV Rajawali, hlm 14
[6] teungku muhamman hasbi ash shiddieqy, Prof. DR., pedoman shalat, Semarang:PustakaRizkiPutra, hlm47.
[7] teungku muhamman hasbi ash shiddieqy, Prof. DR., pedoman shalat, Semarang:PustakaRizkiPutra, hlm47.
[8] Iwan fahri cahyadi,Dahsyatnya Mukjizat Rakaat-Rakaat Shalat Fardhu,Yogyakarta:Sabil,hlm 26.
[9] Iwan fahri cahyadi,Dahsyatnya Mukjizat Rakaat-Rakaat Shalat Fardhu,Yogyakarta:Sabil,hlm 29-39

Selasa, 12 Desember 2017

Rekomendasi Inovasi Buah Mengkudu

Rekomendasi Inovasi Buah Mengkudu

Hasil gambar untuk mengkudu

Tanaman yang awalnya terbuang begitu saja, setelah melalui riset yang banyak di lakukan oleh banyak para ahli, kini buah mengkudu seolah menjadi primadona bagi dunia kesehatan. Hal ini tak lepas dari khasiat dari buah ini yang sangat luar biasa. Bahkan di Hawaii buah ini di sebut Hawaii Magic Plant karena keampuhannya menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Kelopak bunga tanaman Mengkudu tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil.
Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah.
Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawa lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Diduga kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik.

Kandungan mengkudu

  • Zat nutrisi: secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalm jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.
  • Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.
  • Zat anti bakteri.Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.
  • Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.
  • Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.
  • Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.
Saat pertama kali di temukan banyak orang mengeluhkan bau dari mengkudu yang sangat tidak nyaman di hidung, tapi kini sudah banyak cara untuk bisa menikmati khasiat buah ini tanpa tergganggu oleh baunya.

Di antaranya adalah mengolah mengkudu itu dalam bentuk kopi. Mengkudu yang sudah benar - benar matang akan di keringkan di terik matahari untuk menghilangkan kadar airnya, dengan tanpa mengurangi kandungan zat - zat penting di dalamnya kemudian buah ini di selep dan di goreng tanpa minyak dengan higienitas tinggi sehingga di peroleh bentuk mengkudu serbuk yang berwarna hitam seperti kopi.

Dari segi rasa, serbuk ini sangat nikmat di hidangkan untuk keluarga dari usia berapapun. Tinggal menambahkan gula secukupnya maka kesehatan keluarga Anda bisa terjamin karenanya.

Adapun manfaat dari mengkonsumsi kopi mengkudu adalah :
para ilmuwan Barat berhasil mengidentifikasi mengkudu mengandung zat-zat aktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dr. Isabella Abbott misalnya, seorang ahli botani, pada tahun 1992 menulis, mengkudu semakin banyak digunakan orang untuk mengontrol diabetes, kanker, dan tekanan darah tinggi.
Kemudian pada 1993, jurnal Center Letter melaporkan bahwa beberapa peneliti dari Keio University dan The Institute of Biomedical Sciences Jepang melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman. Mereka mengklaim telah menemukan zat antikanker dalam buah mengkudu.

Yang agak populer tampaknya hasil survei yang dilakukan Dr. Neil Solomon terhadap 8.000 pemakai sari buah mengkudu, termasuk 40 dokter dan praktisi medis. Hasilnya memperlihatkan, mengkudu membantu menyembuhkan sejumlah penyakit. Sedikitnya ada 22 jenis penyakit, antara lain darah tinggi, kolesterol, stroke, kanker, asam urat, diabetes, kelemahan seksual, rasa nyeri, depresi, gangguan ginjal, dan stres dengan tingkat keberhasilan 78%.

Selain itu, mengkudu efektif menyembuhkan gangguan pencernaan, obesitas, alergi, sulit tidur, meningkatkan daya konsentrasi hingga daya seksual. Menurut hasil penelitian, selain mengandung zat nutrisi, Mengkudu juga mengandung zat aktif seperti terpenoid, antibakteri, scolopetin, antikanker, xeronine, proxeronine, pewarna alami, dan asam. Z

Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh tergolong lengkap di mengkudu. Terpenoid merupakan zat penting yang berfungsi membentuk tubuh dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh. Sedangkan zat antibakteri dalam mengkudu antara lain antrakuninon, acubin, dan alizarin. Zat-zat tersebut di antaranya mampu mematikan bakteri penyebab infeksi jantung dan disentri.

Dan itu semua dievolusikan menjadi sesuatu yang baru, Yaitu Kopi Mengkudu, yang merupakan perpaduan dari khasiat mengkudu dan kenikmatan dari kopi itu sendiri.
 

Teknologi Canggih Indonesia Terkini

Teknologi Canggih Indonesia Terkini


Hasil gambar untuk tank indo

Selama ini mungkin Anda mengetahui bahwa berbagai teknologi canggih yang ada dikembangkan oleh orang luar negri, memang hal tersebut tidak salah, namun kita sebagai warga Indonesia juga memiliki 3 teknologi canggih buatan Indonesia, yang dirancang dan dikembangkan sendiri oleh orang Indonesia.
Beberapa tahun belakangan ini semakin sering muncul kreatifitas-kreatifitas mahasiswa dalam bidang teknologi, dan memunculkan berbagai penemuan baru. Penemuan tersebut umumnya memiliki manfaat yang luar bisa untuk masyarakat, sehingga memiliki potensi yang sangat bagus untuk dikembangkan lebih lanjut. Lalu apa saja 3teknologi canggih buatan Indonesia tersebut? Berikut ini ulasan lengkapnya yang sudah kami rangkum dari berbagai sumber.
 
Tank War-V1
Teknologi ini tentu akan sangat bermanfaat bagi pasukan tempur, karena sejak awal tank War memang dibuat untuk keperluan militer. Bachtiar Dumais Laksana, Adhitya Whisnu Pratama, dan Muhammad Iqbal yang menjadi perancang robot canggih bernama robot tank War-V1. Robot tank ini dapat dikendalikan dari jarak jauh dan memiliki senapan mesin, ukurannya kecil sehingga bisa membuatnya lebih gesit bergerak dimedan tempur.
Untuk ke depannya, Tank War-V1 ini akan ditambahkan dengan beberapa macam jenis senjata lain, seperti roket dan pelontar granat. Saat ini Tank War-V1 masih dalam tahap pengembangan, dan belum diproduksi dengan jumlah yang besar.
 
Robot Pemadam Kebakaran
Tak mau kalah, mahasiswa UNISSULA, Semarang juga membuat sebuah terobosan dalam dunia teknologi, mereka menciptakan sebuah robot yang mampu memadamkan api. Robot buatan mereka tersebut terbukti kualitasnya dengan menjuarai beberapa kompetisi yang diselenggarakan di tingkat regional mauapun nasional. Robot ini memiliki kemampuan yanc cukup tanggap dalam memadamkan api, sehingga kedepannya alat ini akan terus dilakukan pengembangan untuk menyempurnakannya.
 
Mobil Arina-SMK
Mobil ini dirancang menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150cc, 200cc dan 250cc. Konsumsi bensin hanya 1 liter untuk 40 km. Panjang 2,7 meter, lebar 1,3 meter dan tinggi 1,7 meter sehingga bisa masuk jalan dan gang yang sempit. Dinamakan Arina-SMK karena pembuatannya bekerja sama dengan Armada Indonesia (Arina) dengan siswa-siswa SMK.
Itulah 3 teknologi canggih buatan Indonesia, sebagai warga Indonesia sudah sepatutnya kita bangga denga karya mereka.


Selasa, 05 Desember 2017

Datangkan Reviewer PKM Nasional, UMP Siap PIMNAS 2018

Datangkan Reviewer PKM Nasional, UMP Siap PIMNAS 2018


Datangkan Reviewer PKM Nasional, UMP Siap PIMNAS 2018

Para mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia sedang bersiap menuju ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
Persiapan menuju perhelatan ajang bergengsi ini gencar dilakukan oleh tim dari berbagai universitas. Tanpa terkecuali Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Guna meningkatkan keikutsertaan mahasiswa UMP dalam PIMNAS, Student Scientific Center (SSC) bentuk Tim Reviewer PKM yang bertugas menilai proposal yang masuk sebelum diunggah untuk seleksi tingkat nasional.
Sedikitnya 50 orang masuk dalam tim yang bekerjasama dengan Biro Kemahasiswaan untuk penyusunan proposal PKM. Mereka  adalah dosen dari setiap fakultas. 10 diantaranya merupakan reviewer lama dan kini akan bertambah jumlahnya setelah ditambah 40 yang baru.
Sebelum bertugas menjadi reviewer, mereka diberikan materi dan latihan oleh Reviewer PKM Nasional Prof. Dr. H. Heru Kurnianto Tjahjono, SE., M.M dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Acara pun disambut antusias oleh dosen yang menjadi peserta. Selain menjadi program unggulan dan persaingan bergengsi antar perguruan tinggi, PKM yang lolos PIMNAS akan menjadi prestasi bagi perguruan tinggi.
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Agus Mulyadi Purnawanto, S.P., M.P mengungkapkan, saat ini UMP sampai pada tahap penyusunan proposal PKM 5 bidang hingga 30 Oktober.
“Setiap tahun UMP telah mengirimkan 1 tim untuk berlaga di PIMNAS, untuk tahun 2018 semoga lebih dari satu, makanya harus siap-siap,” katanya.
Dijelaskan, dalam 10 hari proposal akan di review oleh reviewer yang telah dibentuk selama 10 hari hingga 10 November 2017. Proposal yang lolos akan di unggah pada 11-30 November 2017 mendatang.[uly/tgr]

Inovasi Buah sukun

Inovasi Buah Sukun


 Hasil gambar untuk buah sukun

Semakin kompleksnya persaingan di dunia usaha terutama di bidang makanan mendorong seorang entrepreneur untuk membuat inovasi yang dapat memberikan peluang bagi usahaya agar dapat berkembang dengan lebih baik lagi. Dengan mempertimbangkan berbagai factor yang ada, kami memilih buah sukun sebagai bahan inovasi dari kelompok kami.

Tanaman sukun merupakan tanaman yang mudah untuk di tanam di daerah Indonesia karena iklim yang ada di Indonesia sangat cocok untuk menanam tanaman tersebut. Sekarang ini, sudah banyak daerah yang membudi dayakan tanaman sukun ini di karena relative mudah untuk di budidayakan, terutama di daerah cilacap yang dikenal sebagai sentra produksi sukun di Indonesia. Buah sukun sendiri merupakan salah satu buah yang banyak manfaat dan mudah untuk diolah menjadi berbagai makanan.

Masyarakat saat ini sudah banyak yang mengenal dan mengomsumsi tanaman sukun. Namun, cara pengolahannya masih sangat sederhana sehingga nilai ekonomis dari buah tersebut juga menjadi kurang maksimal. Disini kami melihat peluang bagi para entrepreneur khususnya entrepreneur muda untuk menambah nilai ekonomis buah sukun dengan cara melakukan inovasi. Salah satunya dengan mengolah buah sukun menjadi kripik sukun.

Dengan mengolah buah sukun menjadi kripik sukun diharapkan mejadi inovasi yang dapat menambah pendapatan untuk para entrepreneur khususnya entrepreneur muda dan mampu bersaing dengan berbagai inovasi olahan lainnya karena cara pengolahan buah sukun menjadi kripipik sukun relatif sangat mudah dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar sehingga dapat menekan pengeluaran dan memaksimalkan laba yang dapat diperoleh.

Sabtu, 02 Desember 2017

Pentingnya Self Leadership

Memahami Pentingnya Self Leadership


Kepemimpinan adalah sebuah seni yang dimulai dari diri sendiri. Pemahaman terkait kekuatan dan kelemahan diri kita, sering menjadi kunci sukses. Keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin dimulai dari bagaimana dia memahami dirinya sendiri. Bahkan seorang yang tidak memimpin orang lain, pada dasarnya memimpin diri sendiri.
Ada empat aspek dalam self-leadership:
  • Self-awareness: kemampuan seseorang untuk mengakui, memahami serta menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri
  • Self-management: kemampuan untuk mengelola dan memanfaatkan kekuatan, serta memperbaiki kelemahannya
  • Other-awareness: kemampuan untuk mengakui dan memahami kekuatan, kelemahan, potensi dan kebutuhan orang lain.
  • Other-management: kemampuan untuk mengembangkan dan memotivasi orang lain sesuai dengan kemampuan dan potensinya dalam rangka mencapai sasaran organisasi
Seorang pemimpin yang baik akan memulai dengan self-awareness dan bergerak ke self-management, lalau ke other-awareness dan berpuncak pada other-management. Proses ini bukanlah proses yang linear, namun merupakan proses yang interaktif antar keempat faktor di atas.
Beberapa pemimpin memiliki kesadaran yang baik terhadap dirinya, kepribadian, motivasi dan kompetisinya. Namun terkadang mereka gagal mengelola diri, terutama terkait emosi dan kelemahan mereka. Mereka kehilangan kendali, berperilaku tidak tepat, ingin mengerjakan semuanya dan kehilalngan kewibawaannya.

Ketika Anda benar-benar mengenal diri sendiri, kekuatan dan kelemahan Anda, Anda akan menghargai orang lain. Daniel Goleman, dalam penelitian yang luas tentang kegagalan kepemimpinan, mengatakan, "Ketika saya membandingkan anatara star performers dengan orang yang rata-rata di posisi kepemimpinan puncak, hampir 90 persen dari perbedaan tersebut terletak pada faktor kecerdasan emosional, bukan kognitif." Oleh karena itu, self-leadership adalah sangat penting jika Anda ingin menjadi pemimpin yang efektif.

Salah satu unsur self-leadershpi adalah pemahaman akan karakter atau tipe kepribadian kita. Apakah Anda mengetahui tipe kepribadian Anda? Apakah Anda cenderung teratur dan membuat jadwal? Atau Anda cenderunf mengalir tanpa perencanaan yang ketat? Apakah Anda bersemangat bila berada di tengah-tengah orang lain? Atau Anda lebih berenergi saat Anda sendiri? Apapun tipe kepribadian Anda, hal ini akan mempengaruhi kehidupan Anda, termasuk di dunia kerja.
Dalam program dua hari ini, Anda akan diajak untuk menemukan dan memahami tipe kepribadian Anda dan tipe kepribadian orang lain. Dengan memahami tipe kepribadian Anda danorang di sekitar Anda, Anda akan memahami cara berkomunikasi, cara mengelola konflik, dan memotivasi orang lain dengan lebih baik.

OBJECTIVE
  • Memahami tipe kepribadian diri sendiri dan orang lain, termasuk hal-hal yang membuat Anda lebih bersemangat atau lebih tertekan
  • Memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing tipe kepribadian
  • Mengetahui kemungkinan konflik yang bisa terjadi, untuk kemudian membuka komunikasi yang connected
PARTICIPANTS
Setiap individu dalam organisasi baik yang memiliki anak buah, maupun yang tidak memiliki anak buah.
SCOPE
  1. Memahami diri sendiri dan orang lain
  2. Memahami penyebab munculnya konflik interpersonal
  3. Teknik membangun komunikasi yang connected dan memotivasi orang lain
Dengan metode:
  1. Self-Assessment
  2. Diskusi kelompok
  3. Studi kasus
  4. Role Play
  http://pmeli.ac.id/id